Minggu, 04 Juni 2017

LAPORAN KEGIATAN PEMBELAJARAN LUAR SEKOLAH

MUSEUM SANGIRAN(Pembelajaran Luar Sekolah)


Pembelajaran Luar Sekolah (PLS) SMA Negeri 2 Magelang dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 2017 menuju monumen bersejarah di Jawa Tengah yaitu Sangiran. Tujuan SMAN 2 Magelang  melakukan pembelajaran luar sekolah di Sangiran agar siswa-siswi mengetahui sejarah pada masa purbakala di daerah nusantara tepatnya di tanah Jawa. Sangiran tepatnya berada di daerah Kalijambe, Sragen, Krikilan, Kalijambe, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57275.

Sangiran adalah salah satu tempat bersejarah yang ada di Pulau Jawa. Tempat dimana banyak fosil-fosil makhluk purbakala yang ada di Sangiran. Derah tersebut terdapat lembah yang dulunya adalah kubah dan terkikis karena erosi sehingga membentuk sekungan lembah dan terdapat lapisan tanah yang paling atas sampai paling bawah. Dengan adanya hal tersebut para ilmuan meyakini bahwa banyak fosil yang dapat di temukan di daerah tersebut dan pada akhirnya daerah tersebut menjadi tempat penelitian internasional.

Sangiran tidak hanya menajikan berbagi fosil hewan namun juga terdapat fosil manusia purba dari berbagai asalnya. Fosil manusia di sangiran banyak sekali di temukan, karena pada saat itu sangiran terdapat muara sungai yaitu Sungai Bengawan Solo Purba. Manusia purba pada saat itu tidak memiliki rumah melainkan ia hanya selalu berburu dan meramu, berpindah pindah tempat dan bergerak menuju ke sungai, itu sebabnya fosil manusia purba banyak ditemukan di tepi sungai.
Fosil rahang bawah Pithecantropus Erectus ditemukan di Sangiran sehingga terjawablah pertanyaan asal usul kehidupan jawa. Hal tersebut merupakan penemuan terbesar di indonesia bahkan di dunia di karenakan penemuan tersebut adalah penyempurna perubahan bentuk manusia purba.

Sangiran akhirnya mendapat penghargaan UNESCO pada tengal 5 Desember 1966 berupa “Situs Warisan Dunia”. Museum Sangiran ini sangat lengkap memiliki ruang pameran,ruang audio visual, aula, pertpustakan, laboratorium penyimpanan fosil.

RUANG 1 (RUANG PAMERAN)

Ruang pameran pertama menyajikan fosil fosil hewan, manusia purba, batu, dan layar keterangan. Pada ruangan ini terdapat fosil gajah purba, fosil kudanil purba, kepala manusia purba, kepala banteng purba, batu kayu purba, kayu purba dan masih banyak lainnya.


RUANG 2 (RUANG PAMER 2)
Ruang pameran yang kedua berisi tentang bagaimana proses manusia purba melakukan kehidupan dan langkah langkah kehidupan yang di kemukakan melalui teori evolusi. Para peneliti di tampilkan dalam ruanangan tersebut dan memberikan kisah kisah cerita peneliti tersebut.

RUANG 3 (RUANG PAMER 3)

Ruangan ini menyajikan tentang bagaimana kehidupan Homo Erectus pada masa itu dan di jelaskan bagaiman ia berburu dan melakukan perjalanan. dalam ruangan ini juga di sajikan perbedaan antara Homo Sapiens dengan Homo Erectus 

Dalam ruangan ini juga dijelaskan mengenai  Homo Floresiensis, inu adalah manusi puraba dewasa namun bertubuh pendek dengan tinggi 106cm. Homo Floresiensis tergolong manusia purba cerdas dikarenakan dalam berburu sudah mengenal tombak yang terbuat dari kayu bambu yang di runcingkan. 

PANTAI BARON


Setelah dari Museum Sangiran siswa-siswi SMAN 2 Magelang melanjutkan perjalanan menuju Museum Karst yang berada di Gebangharjo, Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57664Akan tetapi pada tengah tengah perjalanan semua bis berhenti di SPBU Wonosari. Perjalanan menuju Museum Karst dibatalkan di karenakan sudah tutup. Akhirnya, perjalanan diganti menuju ke Pantai Baron, justru malah siswa-siswi senang dengan keputusan tersebut.

Pantai Baron terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul. Pantai ini cukup ramai dikarenakan memiliki pemandangan yang indah dan di apit oleh gunung karang yang besar. Uniknya pantai baron adalah bertemunya air laut dan air tawar. Pantai baron dilengkapi dengan adanya pasar aneka masakan laut, baju baju pantai dan lain sebagainya.

Setelah bersenang senang di Pantai baron siswa-siswi SMAN 2 Magelang beranjak untuk makan bersama dan di lanjutkan perjalanan menuju Kota Magelang (Kota Sejuta Bunga)  

3 komentar: