LAPORAN KEGIATAN PEMBELAJARAN LUAR SEKOLAH
MUSEUM SANGIRAN(Pembelajaran Luar Sekolah)
Pembelajaran
Luar Sekolah (PLS) SMA Negeri 2 Magelang dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 2017
menuju monumen bersejarah di Jawa Tengah yaitu Sangiran. Tujuan SMAN 2 Magelang
melakukan pembelajaran luar sekolah di
Sangiran agar siswa-siswi mengetahui sejarah pada masa purbakala di daerah
nusantara tepatnya di tanah Jawa. Sangiran tepatnya
berada di daerah Kalijambe,
Sragen, Krikilan, Kalijambe, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57275.
Sangiran
adalah salah satu tempat bersejarah yang ada di Pulau Jawa. Tempat dimana
banyak fosil-fosil makhluk purbakala yang ada di Sangiran. Derah tersebut
terdapat lembah yang dulunya adalah kubah dan terkikis karena erosi sehingga
membentuk sekungan lembah dan terdapat lapisan tanah yang paling atas sampai
paling bawah. Dengan adanya hal tersebut para ilmuan meyakini bahwa banyak
fosil yang dapat di temukan di daerah tersebut dan pada akhirnya daerah
tersebut menjadi tempat penelitian internasional.
Sangiran
tidak hanya menajikan berbagi fosil hewan namun juga terdapat fosil manusia
purba dari berbagai asalnya. Fosil manusia di sangiran banyak sekali di temukan,
karena pada saat itu sangiran terdapat muara sungai yaitu Sungai Bengawan Solo Purba.
Manusia purba pada saat itu tidak memiliki rumah melainkan ia hanya selalu
berburu dan meramu, berpindah pindah tempat dan bergerak menuju ke sungai, itu
sebabnya fosil manusia purba banyak ditemukan di tepi sungai.
Fosil rahang
bawah Pithecantropus Erectus ditemukan di
Sangiran sehingga terjawablah pertanyaan asal usul kehidupan jawa. Hal tersebut
merupakan penemuan terbesar di indonesia bahkan di dunia di karenakan penemuan
tersebut adalah penyempurna perubahan bentuk manusia purba.
Sangiran
akhirnya mendapat penghargaan UNESCO pada tengal 5 Desember 1966 berupa “Situs
Warisan Dunia”. Museum Sangiran ini sangat lengkap memiliki ruang pameran,ruang
audio visual, aula, pertpustakan, laboratorium penyimpanan fosil.
RUANG 1 (RUANG PAMERAN)
Ruang
pameran pertama menyajikan fosil fosil hewan, manusia purba, batu, dan layar
keterangan. Pada ruangan ini terdapat fosil gajah purba, fosil kudanil purba,
kepala manusia purba, kepala banteng purba, batu kayu purba, kayu purba dan
masih banyak lainnya.
RUANG 2 (RUANG PAMER 2)
RUANG 3 (RUANG PAMER 3)
Ruangan ini
menyajikan tentang bagaimana kehidupan Homo Erectus pada masa itu dan di jelaskan bagaiman ia berburu dan melakukan perjalanan. dalam ruangan ini juga di sajikan perbedaan antara Homo Sapiens dengan Homo Erectus
Dalam ruangan
ini juga dijelaskan mengenai Homo
Floresiensis, inu adalah manusi puraba dewasa namun bertubuh pendek dengan tinggi 106cm. Homo Floresiensis tergolong manusia purba cerdas dikarenakan dalam berburu sudah mengenal tombak yang terbuat dari kayu bambu yang di runcingkan.
PANTAI BARON
Setelah dari
Museum Sangiran siswa-siswi SMAN 2 Magelang melanjutkan perjalanan menuju Museum
Karst yang berada di Gebangharjo,
Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57664. Akan tetapi pada tengah tengah perjalanan semua bis berhenti di
SPBU Wonosari. Perjalanan menuju Museum Karst dibatalkan di karenakan sudah
tutup. Akhirnya, perjalanan diganti menuju ke Pantai Baron, justru malah
siswa-siswi senang dengan keputusan tersebut.
Pantai Baron terletak di Desa Kemadang,
Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul. Pantai ini cukup ramai dikarenakan memiliki
pemandangan yang indah dan di apit oleh gunung karang yang besar. Uniknya pantai
baron adalah bertemunya air laut dan air tawar. Pantai baron dilengkapi dengan
adanya pasar aneka masakan laut, baju baju pantai dan lain sebagainya.
Setelah bersenang senang di Pantai baron siswa-siswi SMAN 2 Magelang beranjak untuk makan bersama dan di lanjutkan perjalanan menuju Kota Magelang (Kota Sejuta Bunga)




OK, lumayan sip! Tugas Biografinya, mana?
BalasHapusTeks biografinya mana?
BalasHapusbarusan saya post pak
BalasHapus